Sabtu, 10 Maret 2012

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Tema : Peristiwa
Kelas : III / 2
Alokasi Waktu : 35 Menit

  1. Standar Kompetensi
2. Memahami jenis-jenis pekerjaan dan penggunaan uang

  1. Kompetensi Dasar
    1. Mengenal jenis-jenis pekerjaan

  1. Indikator
Kognitif Proses
  • Menjelaskan alasan orang harus bekerja
  • Menjelaskan pentingnya memiliki semangat kerja
  • Mengisi table tentang jenis-jenis pekerjaan dan hasilnya
Karakter
  • Memberi contoh ciri-ciri orang yang memiliki semangat kerja
  • Menunjukkan sikap yang menggambarkan perilaku pekerja dalam kehidupan sehari-hari
Psikomotor
  • Melakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab

  1. Tujuan Pembelajaran
  1. Siswa dapat menjelaskan alasan orang harus bekerja dengan benar
  2. Siswa dapat menjelaskan pentingnya memiliki semangat kerja dengan benar
  3. Siswa dapat menyebutkan hasil dari suatu pekerjaan dengan benar
  4. Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri orang yang memiliki semangat kerja yang tinggi
  5. Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis pekerjaan dengan benar

  1. Materi Pembelajaran
  1. Jenis-jenis pekerjaan
  2. Ciri-ciri orang yang mempunyai semangat kerja tinggi
  3. Alasan orang harus bekerja

  1. Model dan Metode Pembelajaran
  1. Model Pembelajaran : Pakem
  2. Metode : - Ceramah
  • Tanya Jawab
  • Diskusi
  • Demonstrasi

  1. Langkah-langkah Pembelajaran
  1. Kegiatan Awal
  1. Apersepsi : Menyanyikan lagu anak-anak yang berhubungan dengan
pekerjaan
  1. Orientasi : Menyampaikan sedikit materi yang akan diajarkan
  2. Motivasi : Memberi arahan pada anak agar mengikuti pelajaran dengan
sungguh-sungguh
  1. Kegiatan Inti
  1. Eksplorasi :
  • Siswa mengamati gambar tentang jenis pekerjaan
  • Siswa membaca buku tentang jenis-jenis pekerjaan
  • Siswa menceritakan pekerjaan orang tuanya di rumah
  1. Elaborasi :
  • Siswa mengidentifikasi jenis-jenis pekerjaan
  • Siswa menjelaskan alasan mengapa orang harus bekerja
  • Siswa menyebutkan ciri-ciri orang yang memiliki semangat kerja tinggi
  1. Konfirmasi
  • Guru meluruskan/memperbaiki hal-hal yang masih kurang dimengerti oleh siswa
  • Guru memberikan penguatan tentang materi
  1. Kegiatan Akhir
  1. Guru bersama murid membuat kesimpulan
  2. Penilaian
  3. Refleksi
  4. Tindak lanjut, guru memberi PR kepada siswa

  1. Alat, Sumber Belajar dan Media
  1. Alat :
  • Gambar tentang jenis-jenis pekerjaan
  • Video pembelajaran
  1. Sumber Belajar :
  • Buku paket kelas III

  1. Penilaian
  1. Prosedur : Awal, Akhir
  2. Teknis : Tes, Non Tes
  3. Jenis Tes : Tes Tertulis
  4. Alat Penilaian : Butir-butir soal

    BAHAN AJAR
    1. Nyanyian, judul : Naik Kereta Api
    Naik kereta api…tut…tut…tut
    Siapa hendak turut
    Ke Bandung … Surabaya
    Bolehlah naikdengan percuma
    Ayo temanku lekas naik
    Keretakuak berhenti lama

    Cepat kretaku jalan …tut…tut…tut
    Banyak penumpang turut
    K’retaku sudah penat
    Karena beban terlalu berat
    Di sinilah ada stasiun
    Penumpang semua turun

    1. Jenis-jenis Pekerjaan
    No
    Pekerjaan
    Tempat
    Hasil/Tugas
    1
    Petani
    Sawah
    Padi, jagung, ketela, buah dll
    2
    Polisi
    Masyarakat
    Menjaga keamanan
    3
    Guru
    Sekolah
    Ilmu, jasa
    4
    Dokter
    Rumah sakit
    Kesehatan, jasa
    5
    Dosen
    Perguruan tinggi
    Ilmu, jasa
    6
    Pedagang
    Pasar
    Ekonomi
    7
    Wartawan
    Masyarakat
    Berita
    8
    Nelayan
    Laut
    Ikan
    9
    Dalang
    Pagelaran
    Hiburan

    1. Alasan orang harus bekerja adalah untuk mencukupi kebutuhan
    2. Ciri-ciri orang yang memiliki semangat kerja tinggi



    LEMBAR KERJA
    Tema               : Peristiwa
    Kelas/semester : III/2
    Waktu              : 10 menit

    Petunjuk :
    1. Bacalah buku paketmu!
    2. Diskusikan dengan temanmu tugas di bawah ini dengan kelompokmu!
    3. Isi kolom tabel di bawah ini dengan benar!
    No
    Pekerjaan
    Tempat
    Hasil
    Tugas
    1
    Petani
    Sawah
    Padi, jagung
    Bertani
    2
    Peternak



    3
    Tukang kayu



    4
    Nelayan



    5
    Guru



    6
    Dokter



    7
    Polisi



    8
    Tentara



    9
    Wartawan



    10
    Pedagang



    11
    Sopir




    Kelompok :
    Ketua Kelompok : ……………………
    Anggota : 1. …………………
    2. …………………
    3. …………………
    4. …………………

     
    LEMBAR EVALUASI

    1. Berilah tanda silang (×) pada huruf di depan jawaban yang paling tepat!
      1. Kebutuhan hidup dapat dipenuhi dengan …
    1. Bekerja
    2. Memohon
    3. Meminta
      1. Jenis pekerjaan yang menghasilkan bahan makanan adalah …
    1. Pedagang
    2. Guru
    3. Petani
      1. Keamanan merupakan tugas pokok seorang …
    1. Dokter
    2. Polisi
    3. Sopir
      1. Pekerjaan yang dilakukan dengan tidak semangat akan memberi hasil …
    1. Menyenangkan
    2. Mengecewakan
    3. Memuaskan
      1. Yang dapat dilakukan anak sekolah untuk memperbaiki keadaan Indonesia saat ini adalah …
    1. Berdema
    2. Tawuran
    3. Belajar yang rajin

    1. Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar!
    1. Ikan, rumput laut, cumi-cumi adalah hasil kekayaan …
    2. Salah satu ciri orang yang berhasil adalah orang yang …



    Kunci jawaban :
    Pilihan Ganda
    1. A
    2. C
    3. B
    4. B
    5. C
    Isian Singkat
    1. Laut
    2. Rajin

    Penilaian :
    1. Setiap jawaban yang benar diberi nilai 1 = 5 × 1 = 5
    2. Setiap jawaban yang benar diberi nilai 2,5 = 2,5 × 2 = 5

    NILAI AKHIR :
    Jumlah Skor = 1 + 10 ×100
    10





Jumat, 02 Maret 2012

PENGUSAHA BATIK, KEMBANGKAN BISNIS KULINER

Ikut Training Motivasi Bisnis, Bangkitkan Usaha Kuliner
Saya memilih artikel ini karena menurut saya skill harus dimiliki oleh setiap orang, saya mengambil artikel ini dari Koran Radar Solo, kisah nyata ini bisa membekali ita untuk tetap berusaha walaupun kita sudah terjatuh, kegagalan adalah awal dari keberhasila. Artikel ini berisi tentang salah satu orang yang pantang menyerah dalam menjalani kehidupan, yaitu Muhammad Imam Nur (33) asal Krapyak Pekalongan. Pengusaha muda yang memulai bisnisnya dari nol, dari mulai menjadi seorang kuli batik, tukang cuci gelas sampai membuka usaha batik itu sendiri dan kini pun ia menambah usahanya dibidang kuliner yang awalnya hanya minuman kini menjadi semakin besar ditambah dengan kuliner makanan.
Perjalanan yang sangat panjang dialami oleh Imam untuk mencapai kesuksesan sampai saat ini. Dapat kita lihat urain ceritanya pada artikel di bawah ini :

 Setelah membaca artikel di atas kita bisa mengetahui bagaimana seseorang itu selalu berusaha tanpa lelah untuk memajukan kualitas hidupnya, ketrampilan dan kecakapan yang ia miliki perlu kita contoh untuk bekal hidup di masa yang serba sulit seperti ini, kita harus pintar-pintar dalam mencari pekerjaan dan memanfaatkan peluang yang ada untuk berkreasi dan diakui masyarakat bahwa kita juga bisa melakukan hal yang terbaik untuk kemajuan taraf hidup kita dan hidup orang banyak.

Jumat, 03 Februari 2012

STRATEGI PEMBELAJARAN JG220C_DUTA DWI SEJATI


TEORI BELAJAR
Belajar secara tradisional diartikan sebagai upaya menambah dan mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Anak dikatakan telah belajar apabila perubahan-perubahan yang terjadi pada anak sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sekolah dan masyarakat.
Belajar juga dapat diartikan sebagai suatu  kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indera dan pengalamannya. Oleh sebab itu apabila setelah belajar peserta didik tidak ada perubahan tingkah laku yang positif dalam arti tidak memiliki kecakapan baru serta wawasan pengetahuannya tidak bertambah maka dapat dikatakan bahwa belajarnya belum sempurna. Pada dasarnya prinsip belajar lebih dititik beratkan pada aktivitas peserta didik yang menjadi dasar proses pembelajaran.

Teori Belajar Behavioristik
Menurut teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (Gage, Berliner, 1984) Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh siswa (respon) harus dapat diamati dan diukur.
Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka responpun akan semakin kuat.

Teori Belajar Kognitif
Aspek-aspek perkembangan kognitif menurut Piaget yaitu tahap (1) sensory motor; (2) pre operational; (3) concrete operational dan (4) formal operational. Menurut Piaget, bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan.
Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah :
¤      Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak.
¤      Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya.
¤      Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.
¤      Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.
¤      Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya.

Teori Belajar Konstruktivisme
Teori konstruktivis ini menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai. Bagi siswa agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, mereka harus bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan susah payah dengan ide-ide.
Menurut teori konstruktivis ini, satu prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan memberi kesempatan siswa untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan mengajar siswa menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru dapat memberi siswa anak tangga yang membawa siswa ke pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa sendiri yang harus memanjat anak tangga tersebut.

TEORI MENGAJAR
Mengajar  adalah kegiatan yang dilakukan seseorang secara sadar untuk merubah tingkah laku atau memberikan keterampilan baru kepada seseorang. Dalam proses belajar mengajar melibatkan  pendidik dan peserta didik yang saling berinteraksi dalam melakukan suatu proses pembelajaran untuk meperoleh tujuan pembelajaran yang akan dicapai.  Mengajar bisa merupakan kegiatan menyampaikan pesan berupa pengetahuan, keterampilan dan penanaman sikap-sikap tertentu dari guru kepada peserta didik.
Beberapa pandangan tentang mengajar dapat dikemukakan sebagai berikut :
a.              Mengajar dipandang sebagai ilmu (teaching as a science), artinya terdapat landasan yang mendasari kegiatan mengajar baik dari filsafat mauupun teori –teori mengajar, sifatnya metodologis dan prosedural.
b.             Mengajar sebagai teknologi (teaching as a technology), yaitu penggunaan perangkat alat yang dapat dan harus diuji secara empiris.
c.              Mengajar sebagai suatu seni (teaching is an art), yaitu mengutamakan penampilan guru secara khas dan unik yang berasal dari sifat-sifat guru dan perasaan nalurinya.
d.             Mengajar sebagai pilihan nilai (wawasan kependidikan guru), bersumber pada pilihan nilai atau wawasan kependidikan yang dianut guru.
e.              Mengajar sebagai ketrampilan (teaching is a skill), yaitu suatu proses penggunaan seperangkat ketrampilan secara terpadu.TBottom of Form
Guru Sekolah Dasar harus tahu pentingnya pemahaman atas perkembangan anak sebagai landasan bagi pengembangan proses pembelajaran. Guru sekolah dasar harus selalu peduli dan memahami anak sebagai keseluruhan karena kurikulum dan pembelajaran di sekolah dasar itu bersifat terpadu.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan , penguasaan kemahiran dan tabiat , serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan , guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.

KEGIATAN BELAJAR KETIKA DI SD
Yaitu kita sebagai siswa diberikan peluang oleh guru untuk melakukan dan memecahkan suatu masalah itu sendiri, siswa benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan yang peroleh. Sebagai contoh yaitu siswa belajar di luar kelas mengamati suatu tumbuhan dan membedakan antara tumbuhan satu dengan yang lainnya, apa ciri-ciri dari tumbuhan tersebut. Jadi bukan hanya guru yang menjelaskan tetapi siswa bisa menemukan sendiri dengan melihat langsung objek yang diamati.
Selain itu ketika guru mengajarkan soal matematika misalnya pada anak sekolah dasar di kelas rendah, guru bisa memberikan contoh-contoh konkrit. Seperti satu buah lidi ditambah dua buah lidi menjadi tiga buah lidi, kemudian pada tahap-tahap yang lebih tinggi (sesuai dengan kemampuan siswa) konsep ini diajarkan dalam bentuk yang abstrak dengan menggunakan notasi yang lebih umum dipakai dalam matematika.